7 Oktober 2008

Mempelajari arti kata minal aidin wal faizin

Posted by habib under: Uncategorized .

Tulisan tentang arti kata minal aidin wal faizin saya ambil dari blog yang ditulis oleh Bapak Taufik Munir.  Hal ini saya lakukan karena lagi belajar bahasa arab. Maklum saja, saya sekarang menjadi sekretaris departemen ekonomi syariah. Departemen ini mencoba mengaktulisasikan khasanah ilmu ekonomi dan bisnis dengan mendasarkan pada prinsip syariah atau praktek-pratek di jaman Nabi dan sahabat. Salah satu hal yang mendasar dari penggalian prinsip dan praktek ekonomi syariah adalah bahasa arab merupakan bahasa yang wajib diketahui untuk menggali khasanah ilmu ini selain juga bahasa inggris. Kedua bahasa ini, arab dan inggris, sudah merupakan hal yang umum dalam penulisan literatur Islam. Namun umumnya yang paling banyak belum terungkap dengan seksama adalah literur atau jurnal dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kecintaan dalam belajar bahasa Arab, maka saya kira bisa dimulai dari hal-hal umum yang terjadi di sekitar kita. Bertitik tolak dari hal ini diharapkan, selain paham bahasa Arabnya kita juga bisa menjelaskan pada orang lain yang belum tahu tentang makna kalimat tersebut. Nah tulisan Bapak Taufik Munir ini, bagi saya yang tingkat pemula belajar bahasa arab menjadi penting untuk disimak.

WASPADAI MINAL AIDIN WAL-FAIZIN!
Oleh Taufik Munir

Kalo ini lain lagi. Ada Beberapa kalimat yang sering kita ucapkan.:
• Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir-bathin
• Mohon maaf lahir-bathin, minal ‘aidin wal faizin
• Semoga kita dimaafkan minal ‘aidin wal faizin
• Semoga kita minal ‘aidin wal faizin
• Semua benar.

Kalau kita tadi menyoal tentang asal kata Ied (masdar atau kata dasar dari ‘aada=kembali), sekarang kita mencoba untuk membongkar asal kata ‘Aidin dan Faizin. Darimana sih mereka?

‘Aidin itu isim fa’il (pelaku) dari ‘aada. Kalau anda memukul (kata kerja), pasti ada proses “pemukulan” (masdar), juga ada “yang memukul” (anda pelakunya). Kalau kamu “pulang” (kata kerja), berarti kamu “yang pulang” (pelaku). Pelaku dari kata kerja inilah yang dalam bahasa Arab disebut dengan isim fa’il.

Kalau si Aidin, darimana? ‘Aidin atau ‘Aidun itu bentuk jamak (plural) dari ‘aid, yang artinya “orang yang kembali” (isim fa’il). Mungkin maksudnya adalah “kembali kepada fitrah” setelah berjuang dan mujahadah selama sebulan penuh menjalankan puasa:
• ‘aada = ia telah kembali (past tense)
• Ya’uudu = ia tengah kembali (present tense)
• ‘audat = kembali (infinitive)
• ‘ud = kembali kau! (amar/kata perintah)
• ‘aid = ia yang kembali (pelaku)

Kalau si Faizin?

Si Faizin juga sama. Dia isim fa’il dari faaza (past tense) yang artinya “sang pemenang”. Urutannya seperti ini:
Faaza = ia [telah] menang (past tense)
Yafuuzu = ia [sedang] menang (present tense)
Fauzan = menang (kata dasar)
Fuz = menanglah! (fi’il amr/kata perintah)
Fa’iz = yang menang

‘Aid (yang kembali) dan Fa’iz (yang menang) bisa dijamakkan menjadi ‘Aidun dan Fa’izun. Karena didahului “Min” huruf jar (kata depan), maka Aidun dan Faizun menyelaraskan diri menjadi “Aidin” dan “Faizin”. Sehingga lengkapnya “Min Al ‘Aidin wa Al Faizin”. Biar lebih mudah membacanya, kita biasa menulis dengan “Minal Aidin wal Faizin”.

Lalu mengapa harus diawali dengan “min”?
“Min” artinya “dari”. Sebagaimana kita ketahui, kata “min” (dari) biasa digunakan untuk menunjukkan kata keterangan waktu dan tempat. Misalnya ‘dari’ zuhur hingga ashar. Atau ‘dari’ Cengkareng sampe Cimone.

Selain berarti “dari”, Min juga mengandung arti lain. Syekh Ibnu Malik dari Spanyol, dalam syairnya menjelaskan:
Ba’id wa bayyin wabtadi fil amkinah
Bi MIN wa qad ta’ti li bad’il azminah

Maknailah dengan “sebagian”, kata penjelas dan permulaan tempat- -Dengan MIN. Kadang ia untuk menunjukkan permulaan waktu.

Dari keterangan Ibnu Malik ini, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa MIN pada MIN-al aidin wal faizin tadi menunjukkan kata “sebagian” (lit-tab’idh). Jadi secara harfiyah, minal ‘aidin wal-faizin artinya: BAGIAN DARI ORANG-ORANG YANG KEMBALI DAN ORANG-ORANG YANG MENANG.

Nah, pusing kan? Tunggu dulu. Sabar, napa.
Kalimat di atas adalah kalimat doa. Baik dalam Al-Quran dan Hadis banyak kalimat-kalimat seperti itu yang menunjukkan doa kepada yang bersangkutan. Kita sering menambahi julukan kepada orang yang sudah wafat dengan tambahan “almarhum” yang artinya “yang dirahmati” (terserah orang tersebut rajin sholat atau gak pernah sama sekali, yang penting kita berharap dan berdoa dengan prasangka baik). Sebab, itu hanya doa dan pengharapan “semoga ia dirahmati oleh Allah, diberikan kasih sayang-Nya di alam barzakh hingga hari Kiamat”.

Akan halnya dengan minal ‘aidin wal-faizin, ini juga doa: “Semoga anda termasuk (bagian dari) orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian dan termasuk (bagian dari) orang-orang yang mendapatkan kemenangan”. Amin.

Indahnya saling mendoakan di hari fitri ini. Sama orang yang nggak puasa saja, sempet-sempetnya kita doain yang bener.

Kesimpulannya?

Silakan simpulkan sendiri. Yang jelas Minal Aidin tidak ada hubungannya dengan Mohon maaf lahir dan bathin. Menggunakan kalimat a, boleh. Memakai kalimat b, silakan saja. Tapi sekali lagi, mohon maaf lahir bathin itu bukan arti minal aidin. Asal jangan memilih c, karena minal aidin tidak pernah bisa memaafkan orang. Tapi pilihan saya adalah d, ini yang paling shahih.

Akhirnya, semoga kita minal ‘aidin wal faizin. Amin!

***

# Taufik Munir, baru saja diangkat dengan paksaan untuk jadi ambasador Rumah Dunia di Mesir. Dia masih kuliah di Al-Azhar.
http://religiusta.multiply.com/journal/item/94

3 Comments so far...

Dripa Says:

7 Oktober 2008 at 8:33 pm.

Assalammu’alaikum wr wb.

Memang pusing, tapi sangat informatif dan berharga.
Semoga keikhlasan Saudara Habib dalam mengupas hal ini mendapat ridla dari Allah SWT, amin.
Semoga kita minal ‘aidin wal faizin, amin.
Semoga kita menjadi ‘bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang’, amin ya rabbalalamin.

Taqoballahuminna waminkum.
Wassalammu’alaikum wr wb,
Dripa sekeluarga

tika Says:

2 April 2009 at 6:03 pm.

hai….admin slam kenal ya,ni pendatang baru.semangat para bloger dan maju terus.

rowplold Says:

13 April 2009 at 9:18 am.

mm. nice..

Leave a Reply

Tulisan Terakhir

Arsip

 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Agu   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Komentar Terakhir